Menulis Buku Kumpulan Resep Anti Plagiat

        Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia (2018) menulis dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan sebuah informasi atau catatan pada media tertentu. Selain untuk menuangkan ide, menulis dapat menambah pengetahuan dan menambah kosakata baru untuk penulis. Selain berdampak positiv untuk penulis, pembaca juga turut mendapat informasi baru dari tulisan tersebut. Salah satu bentuk hasil dari menulis adalah buku.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) buku adalah lembar kertas yang berjilid yang berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Jennings buku adalah  sebuah benda nyata berwujud 3 dimensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku adalah sebuah wujud tiga dimensi dari kertas berjilid yang berisi tulisan atau kosong. Topik yang dibahas dalam buku sangat beragam mulai dari hasil penelitian, ilmu pengetahuan, ilmu sejarah, cerita karangan, ataupun buku yang terdiri dari kumpulan topik salah satunya buku kumpulan resep masakan.
Resep masakan adalah takaran yang digunakan untuk membuat masakan (makanan & minuman) yang telah teruji keakuratannya (Wikibook,2018). Biasanya resep masakan ditulis pada lembar-lembar terpisah antara satu resep makanan dengan lainnya. Namun, resep makasakan dapat dikolektif  lalu dijilid untuk membuat sebuah buku kumpulan resep masakan. Dalam penulisannya, harus memperhatikan beberapa aspek salah satunya keaslian dan kemurnian ide dimana seorang penulis harus memperhatikan kode etik penulisan dengan tidak meniru ide penulis lain atau yang biasa disebut “plagiasi” .
         Menurut Novian, dkk. (2012) jenis plagiasi yang dikenal selama ini ada beragam, yaitu :  menyalin semua kata tanpa diubah, menulis ulang gagasan orang lain tanpa mengutip, dan mengakui hasil karya orang lain sebagai karya sendiri. Menurut Widyartono (2015) salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya plagiasi dalam seuah karya adalah dengan menggunakan cara Pindai Plagiasi. Dengan melakukan pindai plagiasi, plagiator dapat ditegur sedini mungkin dan mengoreksi karyanya agar tidak menjadi sebuah budaya plagiasi dikalangan para penulis utamanya penulis pemula seperti pada siswa ataupun mahasiswa. Menurut Widyartono (2015) maraknya tindak plagiasi di tingkat mahasiswa karena dampak buruh dari pembelajaran pada jenjang SMA yang tidak memperhatikan etika menulis.
Cara agar karya kita tidak termasuk karya yang besifat plagiat adalah  dengan memperhatikan kode etika menulis dan selalu mencantuman kutipan apabila ingin menuliskan pendapat atau gagasan orang lain. Menuliskan daftar rujukan tidak kalah penting karena akan memberikan pembaca bukti sumber dari tulisan yang dibuat. Dengan memperhatikan kode etika penulisan, tulisan yang dibuat akan terbebas dari plagiasi yang apabila terbukti melakukan plagiasi dapat ditutut ke meja hijau.
...

Daftar Rujukan.

Jamaluddin. Ada Beberapa Definisi Menurut Para Ahlinya. http://www.academia.edu/
     14931756/Ada_ beberapa_definisi_menurut_para_ ahli_lainnya, diakses 
  pada 7 Oktober 2018,  pukul 21.20 WIB.
Anonim. 2018. Buku. https://id.wikipedia.org/wiki/Buku, diakses pada 6 Oktober 2018,
  pukul 22.34 WIB.
Anonim. 2018. Buku Resep Wikibuku. https://id.wikibooks.org/wiki/Resep, diakses pada 7
  Oktober 2018, pukul 22.31 WIB.
Widyartono, Didin. 2015. Implementasi Pindai Plagiasi Secara Sambung Jaring Pada Karya
  Tulis Ilmiah Siswa SMA. Malang.
Anonim. 2016. Pengertian Kamus Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. http://onetipstrik.
  blogspot.com/2016/03/pengertian-buku-dalam-kamus-besar.html, diakses
  pada 6 Oktober 2018, pukul 21.46 WIB.

Komentar